"Demontrasi ini tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Tidak ada yang bertanggung jawab. Jadi kami minta adik-adik untuk pulang," ucap Dadang.
Aksi yang berlangsung 15 menit ini pun dibubarkan aparat. Tidak terima, segerombolan pelajar yang berasal dari sisi kiri gedung dprd sumut tepatnya di depan Gedung Mandiri melempari aparat dengan batu dan bungkusan sisa nasi bungkus.
Kericuhan pun sempat terjadi. Pelajar coba melakukan perlawanan dengan melempari petugas menggunakan botol mineral dan batu. Untuk menahan aksi anarkistis pelajar, polisi menurunkan satu unit mobil watercanon. Petugas juga mengamankan sejumlah pelajar yang diduga memprovokasi rekan-rekannya hingga terjadi aksi kejar-kejaran.
Saat diamankan, seorang pelajar yang mengaku bernama Heru kedapatan membawa senjata tajam jenis parang di dalam tasnya. Namun dia membantah sebagai pemiliknya. Sajam tersebut milik rekannya yang dititipkan dalam tasnya.
"Ini punya kawan aku. Aku diminta simpan di dalam tas," katanya.
Editor: Donald Karouw