12 Pahlawan Nasional Sumatera Utara, Nomor 8 Selamat dari Target Gerakan 30 September
Lafran Pane juga dikenal sebagai tokoh yang mementang pergantian ideologi negara dari pancasila menjadi komunisme. Tokoh nasional ini wafat di Yogyakarta pada 24 Januari 1991 diusia 69 tahun. Dia menjadi Pahlawan Nasional sesuai SK Presiden Nomor 115/TK/Tahun 2017 pada 6 November 2017.
4. Kiras Bangun (Garamata)

Pahlawan Nasional Sumatera Utara ini punya julukan Garamata yang artinya bermata merah. Tokoh ini juga langsung berhadapan dengan para penjajah Belanda.
Lahir di Kampung Batu Karang, Karo, 1852, Kiras Bangun merupakan tokoh yang memimpin gerakan bawah tanah melawan Belanda di Tanah Karo. Meski sempat ditahan Belanda, Kiras Bangun tetap bergelirnya dibantu anaknya.
Dia pun wafat pada 22 Oktober 1942. Kiras Bangun dikebumikan di Desa Batukarang, Payung, Kabupaten Karo. Namanya diakui sebagai Pahlawan Nasional pada 9 November 2005 di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
5. Tengku Amir Hamzah

Pahlawan nasional kali ini berjuang lewat karya dan pemikirannya. Tengku Amir Hamzah lahir pada 28 Februari 1911 di Tanjung Pura, Langkat. Kala itu, Amir Hamzah merupakan tokoh muda yang berpendidikan. Dia mengeyam sekolah tinggu hukum di Jakarta. Namanya semakin dikenal setelah membuat syair dan kumpulan sajak. Dia tercacat sebagai pahlawan sesuai SK. Presiden No. 106/TK/1975.