Misteri Kerajaan Panai di Pulau Sumatra, Pernah Diserang Sriwijaya
Kata 'Pannai' sebagaimana disebutkan di dalam prasasti itu memiliki bermacam-macam pengertian. Panai dapat diartikan sebagai "Watered by Rivers". Terjemahan tersebut diperbaiki Wheatley pada tahun 1961 yang menyatakan bahwa karena kata Pannai dalam bahasa Tamil berarti tanah pertanian, karena itu secara sederhana kata Pannai dalam prasasti cola dapat diterjemahkan sebagai "well-watered fields (of) Sriwijaya.
Tapi di mana lokasi Kerajaan Panai hingga saat ini masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli. Coedes, ahli sejarah Prancis misalnya menyebutkan, Kerajaan Panai terletak di pesisir timur Pulau Sumatra di muara sungai, dekat Desa Labuhan-bilik.
Tapi ada beberapa sejarawan yang menempatkan Kerajaan Panai di bagian barat Sumatra, karena lebih dekat dengan Pelabuhan Barus dan Sibolga. Sampai sekarang pulau kecil di dekat Barus masih disebut Panai.
Sumber dari luar yang lain yang menyebut tentang Kerajaan Panai berasal dari China. Oleh para sarjana diperkirakan kerajaan ini menjadi bagian dari kerajaan Sriwijaya di Sumatra pada tahun 1000 AD. Schnitger misalnya, menyebutkan nama "Pu-ni atau Po-li" dalam sumber China ditujukan untuk kerajaan Panai tersebut.
Menurut berita China pada abad ke-5, terdapat sebuah kerajaan yaitu P'oli, mengirim upeti. Namun, para sarjana meragukan tentang letaknya. Ada juga yang menyebut, P'o-li itu di Kalimantan, ada pula yang menempatkannya di pesisir Sumatra Utara, lalu di pesisir barat Semenanjung Tanah Melayu di Asahan dan ada pula yang menempatkannya di Pulau Bangka. Bahkan Paul Pelliot menempatkan Poli identik dengan Bali.