Misteri Kematian Siswa SMP di Simalungun, Kapolres Turun Langsung Pimpin Olah TKP
Polisi masih menunggu hasil autopsi dari RSUD Djasamen Saragih di Pematang Siantar untuk memastikan penyebab kematian. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan bunuh diri, namun pihak berwenang belum menyimpulkan secara final.
“Kami belum menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana pembunuhan, namun semua kemungkinan tetap kami buka. Pemeriksaan saksi, keluarga, dan perangkat pribadi korban seperti handphone dan laptop sedang berjalan,” kata AKP Verry.
Polres Simalungun juga meluruskan rumor liar yang beredar di masyarakat. Mereka menegaskan korban tidak dalam kondisi terikat, namun memang ditemukan dengan kepala tertutup kantong plastik. Kondisi rumah yang tertutup rapat dan kamar terkunci dari dalam menjadi faktor penting dalam penyelidikan.
Berdasarkan kronologi, korban terakhir kali ditinggal sendirian oleh ibunya yang bepergian ke Berastagi sejak Senin (4/8/2025). Setelah beberapa kali tidak dapat dihubungi, keluarga meminta seorang saksi mengecek ke rumah dan akhirnya mendapati korban dalam kondisi tak bernyawa.
Menyikapi perhatian publik terhadap kasus ini, penyelidikan akan dilakukan secara akurat dan berbasis fakta serta meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi yang bisa menyesatkan proses hukum.
“Kami menjamin penyelidikan akan dilakukan secara profesional demi keadilan bagi keluarga korban,” ucapnya.
Polres Simalungun meminta masyarakat menunggu hasil resmi dari penyelidikan dan autopsi sebelum menyimpulkan motif di balik kematian tragis siswa SMP tersebut.
Editor: Donald Karouw