Mengenal Tradisi Lompat Batu Nias, Kearifan Lokal yang Mendunia Kini Tersisa 5 Pelompat
NIAS, iNews.id - Mengenal tradisiLompat Batu asal Nias, Sumatera Utara (Sumut) yang terkenal dan mendunia. Namun siapa sangka saat ini jumlah pelompat batu tersebut tinggal menyisakan lima orang di Desa Adat Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan.
Desa ini sudah berdiri sejak 1830-an dan di sanalah lahirnya para pelompat batu Nias, tradisi yang pernah ditampilkan dalam uang kertas nominal Rp1.000 keluaran 1992.
Tradisi lompat batu atau 'Fahombo Batu' merupakan salah satu warisan budaya yang paling ikonik dan penuh makna lahir dari sejarah panjang masyarakat. Tradisi ini dulunya merupakan latihan bagi para pemuda untuk melompati pagar desa lawan saat perang.
Dulu, setiap kampung atau desa di Nias sering memagari kampungnya supaya musuh tidak bisa masuk. Sehingga para tokoh adat berinisiatif membuat lompat batu sebagai latihan. Jika suatu saat para pemuda yang ikut perang dan tidak bisa masuk karena terhalang pagar, mereka bisa melompatinya.
Saat ini jumlah pelompat batu yang ada di Desa Bawomataluo tinggal lima orang. Meski jumlah penduduk di sana mencapai ribuan, tak banyak lagi yang mempunyai kemampuan tersebut.