Dia menjelaskan, intelektualitas tinggi dibutuhkan untuk memahami perubahan teknologi dari sudut pandang keilmuan. Demikian juga konektivitas dibutuhkan untuk membangun jaringan dalam mempercepat penyebarluasan gagasan dan memperkuat bangunan kerja sama antarberbagai komponen bangsa. Sementara mentalitas kebangsaan dibutuhkan untuk menjaga bangsa ini tetap utuh dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.
"Saya mengajak para pemuda Muhammadiyah, mari kita jaga bersama persatuan dan kesatuan yang menjadi perekat bangsa ini. Kita gelorakan semangat kebangsaan dan siapkan diri menjadi umat berkualitas, yang mampu menjadi kalifah baik di muka bumi ini sebagaimana perintah Allah SWT," katanya.
Selain itu, Panglima TNI menegaskan, di era teknologi informasi, pemuda dan mahasiswa diharapkan untuk terus mewaspadai penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian yang tentunya berpotensi menimbulkan konflik sosial. Demikian juga harus sejak dini mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas 2045.
Bonus demografi yang akan diterima Indonesia tidak akan membawa arti apapun tanpa disertai dengan peningkatan kualitas generasi penerus bangsa.
"Kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sertai dengan karakter, perilaku, serta budi pekerti yang luhur. Persatuan dan kesatuan harus terus dijaga demi keutuhan bangsa dan negara," tuturnya.
Editor: Donald Karouw