Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Gagalkan Penyelundupan 30 Kg Sabu di Asahan, Kurir Jaringan Malaysia Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Guru Renang Wanita Ditendang Pelatih Sasar Alat Vital, Sempat Cekcok Saling Dorong

Senin, 05 Agustus 2024 - 22:18:00 WIB
Kronologi Guru Renang Wanita Ditendang Pelatih Sasar Alat Vital, Sempat Cekcok Saling Dorong
Kronologi guru renang wanita ditendang pelatih sasar alat vital hingga pingsan terjatuh ke kolam. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content
Asliani Siregar, guru renang wanita menjadi korban penganiayaan oleh pelatih di kolam renang di Kisaran, Asahan, Sumatera Utara. (Foto: Ulil Amri).
Asliani Siregar, guru renang wanita menjadi korban penganiayaan oleh pelatih di kolam renang di Kisaran, Asahan, Sumatera Utara. (Foto: Ulil Amri).

Dia menuturkan, cekcok itu berlanjut dengan saling dorong. Percecokan sempat dilerai oleh penjaga kolam renang, namun pelaku kembali menghampirinya saat dia mencoba mengambil alat penutup telinga yang terjatuh.

Menurutnya, percekcokan kembali berlanjut dan tiba-tiba pelaku menendang ke arah kemaluannya. Tendangan tersebut membuat dia tidak sadarkan diri dan terjatuh ke kolam.

"Dia datang lagi dan menendang ke arah alat vital saya. Setelah dia tendang terus saya tidak sadar lagi dan nyemplung ke dalam kolam," katanya.

Dampak Penganiayaan

Dia menjelaskan, tendangan pelaku menyebabkan terluka pada bagian kemaluannya. Hasil visum dari rumah sakit menunjukkan ada luka lebam.

"Hasil visumnya ada pembekakan di daerah vital, kemudian ada lebam," katanya.

Pelaporan Polisi

Suami korban yang tidak terima dengan penganiayaan terhadap istrinya ini telah membuat laporan ke polisi. Suami korban berharap pelaku dapat diproses hukum.

PRSI Diminta Cabut Lisensi Pelatih Renang Pelaku

Ketua Isori Asahan, Taufik mengecam aksi pelaku yang dinilainya sangat tidak pantas, apalagi terhadap seorang perempuan. Dia memastikan, akan mengawal kasus penganiayaan ini di polisi.

"Kita berharap ada tindakan tegas dari aparat hukum dan kita berharap juga kepada Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) untuk mencabut lisensi pelaku untuk tidak bisa lagi melatih di manapun," ucap Taufik.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut