Surya menuturkan, awal gejala gangguan penglihatan ini saat matanya tiba-tiba memerah. Namun keesokannya kembali normal seperti biasa. Sejak muncul mata merah itu, penglihatannya perlahan memudar hingga mengalami gejala awal kebutaan.
“Seingat saya waktu malam hari mata ini merah. Tetapi paginya normal ulang. Namun sejak itu, penglihatan saya kabur dan memburuk sampai pada kondisi seperti ini,” ucapnya.
Dengan kondisi kebutaan yang dialaminya, Surya kini tak dapat menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Dia kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan terbaring.
Untuk berjalan, Surya harus meraba satu per satu dinding rumahnya. Bahkan untuk aktivitas ke kamar mandi dan mengambil benda atau makan, dia harus dibantu.
Orangtuanya, Asnita menuturkan, sudah membawa Surya untuk berobat ke dokter. Mereka membawanya ke salah satu rumah sakit di Medan, kemudian mendapat rujukan ke dokter spesialis mata.