Jadi Tersangka, Ini Pengakuan Pemuda di Medan yang Bunuh Pelaku Begal
Menurut DI, peristiwa pembunuhan terhadap OAP berawal saat dirinya hendak pulang ke rumah dan dihampiri oleh pelaku OAP dan teman-temannya.
Mereka kemudian hendak merampas telepon genggam dan sepeda motornya. DI dan OAP kemudian terlibat perkelahian sebelum akhirnya OAP tewas dengan sejumlah luka tusuk.
DI mengakui telepon genggam milik OAP yang dibawanya kabur, awalnya disangka merupakan telepon genggam miliknya yang dibawa kabur kelompok OAP.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, pisau yang digunakan untuk membunuh OAP merupakan pisau yang dibawa DI. “DI mengaku pisau tersebut memang selalu dibawanya untuk perlindungan diri,” katanya.
DI disangka melakukan penganiayaan yang mengakibatkan terduga pelaku begal tewas. Sebelumnya Polsek Sunggal menerima laporan dari seorang ibu, bahwa cucunya meninggal dunia diduga dibunuh orang. Dari situ polisi bergerak hingga merujuk pelakunya ada DI. Kemudian, DI dijerat Pasal 351 Ayat (3) KUHP pidana.
Editor: Kastolani Marzuki