Ikrar Merajut Keberagaman Nusantara, Wapres: Jangan Benturkan Agama dan Kebangsaan
Wapres pun berharap dengan dibacakannya ikrar yang dilandasi spirit 'Dalihan Na Tolu' dari Sumatrea Utara, prinsip saling menghormati, menghargai dan menyayangi sesama anak bangsa mampu membawakan pesan Islam yang damai, Islam yang ramah dan Islam yang bisa menyejahterakan umat.
“Saya juga mengharapkan Jam’iyah Muslim Batak Indonesia terus memperluas dan menggandeng partisipasi nyata semua komponen bangsa, menggemakan spirit Islam Nusantara serta tetap istiqamah di jalur dakwah dengan mempererat ukhuwah, mengembangkan moderasi, dan membangun kemajuan umat,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat JBMI Arif Rahmansyah Marbun mengungkapkan, tingginya tingkat keanekaragaman budaya bangsa Indonesia merupakan kekayaan budaya yang tidak terhingga dan sudah digali oleh para pendahulu yang kemudian dikristalkan dalam lima butir Pancasila.
“Oleh karena itu, Pancasila merupakan harga mati yang harus kita amalkan dan pertahankan dalam berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Sementara Pj Gubernur Sumut Hassanudin mengatakan, keberagaman yang ada di Sumut tidak dipandang sebagai sumber perbedaan sehingga tercipta batas di antara masyarakat.