Ibu yang Siksa Anak di Paluta Mengaku Diancam Dibunuh Suami
Penganiayaan berlangsung sejak tiga bulan terakhir sehingga SA mengalami luka di sekujur tubuh dan trauma berat. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Gunung Tua dan kemungkinan akan segera dirujuk ke rumah sakit lain yang lebih memadai.
Hingga Kamis sore, kondisi SA masih memprihatinkan. Dia belum mau berbicara dan enggan membuka mata. Korban juga kerap mengigau dengan mengatakan, 'ampun mak ampun', karena faktor trauma berat akibat disiksa selama tiga bulan terakhir. Di sekujur tubuh Siti terdapat luka bekas penganiayaan mulai dari kepala, kuping, kaki, hingga bagian wajah.
Pihak rumah sakit masih terus melakukan perawatan intensif untuk memulihkan kondisi SA. Menurut dokter, selain dianiaya, SA juga mengalami guncangan kejiwaan yang berat karena kerap disiksa orang tuanya. Dokter akan mengupayakan upaya pemulihan trauma SA agar kembali dapat berinteraksi dengan orang sekitarnya.|
“Dari pemeriksaan kami yang paling dominan itu luka lebam di mata kanan dan kepala kiri, dan bagian telinga. Yang paling dikhawatirkan, dia trauma karena terus mengigau bilang, ampun mak, ampun mak,” kata Dokter Roni yang merawat SA.
Kamis siang, SA juga dikunjungi oleh tiga saudaranya yang selama tiga bulan terakhir berpisah dengannya. Tiga saudaranya dirawat sang nenek sementara SA dibawa ibunya YA yang menikah lagi dengan AH.
Editor: Maria Christina