"Lalu saya pinggirkan motor. Saya lihat ibu saya di jalan sudah tergeletak. Ada darah di wajah, padahal ibu masih pakai helm," katanya.
Kana Rizki mengaku saat itu langsung berusaha mendekati ibunya. Meski kondisinya ketika itu berjalan pincang dan berdarah-darah.
Sementara soal paket yang mereka bawa sudah tidak ada.
"Saya sudah tidak fokus sama paket itu. Tapi saya rasa diambil mereka (jambret) karena kami sudah terjatuh semua," ujarnya.
Selanjutnya, dia menjelaskan ibunya langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bina Kasih menggunakan pikap. Setiba di RS dinyatakan meninggal dunia.
"Saya tak berani mengecek kondisi ibu sewaktu di pikap karena masih berharap pertolongan medis di rumah sakit. Saya diurus dan dibersihkan baru, nanti pas di IGD baru disampaikan ibu saya sudah meninggal. Di situ saya menjerit dan menangis," ucapnya.