Hadiri Konferensi Clapham Medan, Michael Ajak Pilih Pemimpin yang Peduli Anak Muda
Dia mendorong agar anak muda selalu mengeksplorasi kemampuan dan jaringan agar bonus demografi yang sedang dinikmati tidak menjadi bumerang karena anak mudanya tidak memiliki kompetensi.
Pada kesempatan itu dia juga mengingatkam, yang tidak boleh dilupakan juga peningkatan kompetensi serta kemampuan dalam memperluas jaringan baik dari skala nasional maupun internasional.
"Terlebih, kita telah berada dalam fase globalisasi yang berarti semua dapat terlibat dalam pembangunan dunia. Kalau anak mudanya tidak berkompeten, bagaimana kita bisa berkontribusi terhadap permasalahan global,” ucapnya.
Dia menyampaikan, pentingnya peran anak muda dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Kemandirian dan kekuatan bangsa Indonesia dinilai kelak akan ditentukan oleh bagaimana kontribusi mereka dalam 20 tahun ke depan.
Atas dasar itu, dia mengajak agar 59 persen konstituen yang berasal dari anak muda mampu melek dan peduli terhadap konstelasi politik yang akan dihadapi Indonesia pada 2024 nanti.