Dampak Corona, Medan Lengang dan Pekerja Informal Kebingungan Cari Uang
Muhammad Hanafih (48) pedagang susu kedelai keliling mengatakan, sejak wabah corona selama kurang lebih dua pekan, sumber pendapatannya lenyap. Dia sudah tak diperkenankan masuk ke sejumlah perkantoran tempatnya biasa berjualan.
"Biasa ratusan bungkus habis, sekarang laku pun tidak," ucapnya.
Senada diungkapkan penjual sarapan pagi, Buyung (59) warga Jalan Gatot Subroto. Sejak corona mewabah, gorengan jualannya tak pernah habis terjual. Banyak yang terbuang karena tidak ada pembeli.
Keluh kesah sama diutarakan Iqbal, pengendara ojek online. Adanya kebijalan sekolah libur begitupun perkantoran, membuat orderannya merosot drastis. Bahkan layanan pesanan makanan sama sekali tak ada yang masuk.
"Saya bingung mau cari nafkah di mana dan bagaimana," katanya.
Masyarakat menengah ke bawah kini dilanda keresahan. Selain aktivitas terhenti, warga juga bertanya-tanya kebijakan Pemprov Sumut maupun Pemkot Medan.
"Sekarang ini masyarakat dibuat binggung. Kalau memang mencegah wabah corona, mengapa hanya perkantoran pemerintahan dan kepolisian yang disemprot cairan disinfektan, bukan pemukiman masyarakat. Sampe sekarang masyarakat hanya diimbau di rumah. Kalau begini terus mau makan apa," kata Hanafi.