Covid-19 Masih Tinggi, Edy Rahmayadi Belum Izinkan Pembelajaran Tatap Muka di Sumut
Edy mengatakan Kementerian Pendidikan tidak menentukan bulan kapan pembelajaran tatap muka harus dibuka. Pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka dilihat berdasarkan kondisi penanganan Covid-19 di masing-masing daerah.
"Berkali-kali saya beri tahu, yang menentukan itu nanti, setelah kami kumpulkan tokoh, ahli yang berkompeten. Pertama ahli psikologi anak, dokter anak, ketiga guru, keempat tokoh masyarakat. Nanti kita tanya," ujarnya.
Diketahui, dua pekan setelah lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah terjadi lonjakan kasus di Sumut mencapai 96 kasus dalam sehari. Disisi lain ketersediaan tempat tidur di rumah sakit (BOR) berada di angka 57 persen.
Namun pada pekan ketiga kondisi mulai melandai dengan jumlah kasus 90-91 perhari. Dan BOR makin membaik meski masih di atas 50 persen.
"Dengan dibukanya 300 room, mudah-mudahan semua terkendali dengan baik. Tidak ada Medan, tidak ada provinsi. Semua itu provinsi dilakukan di tingkat daerah. Hanya terkhusus saat ini vaksin itu untuk Mebidangro plus Kota Pematangsiantar dan Simalungun," ucapnya.