Cerita Dokter Ana, Pasien Sembuh Pertama Covid-19 di Sumut
Selanjutnya pada Minggu 15 Maret, Dokter Ana masih sempat bekerja dan kontak dengan beberapa orang. Namun ketika itu dia sudah menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. Keesokan harinya dia merasakan lemas dan memutuskan mengisolasi mandiri di rumah.
“Minggu itu saya masih sempat ke kantor, tetapi untungnya memakai masker dan menjaga jarak. Senin badan saya terasa lemas dan Selasa gejalanya berkurang, hanya tinggal batuk saja. Saya kemudian di tes swab oleh tim medis RS Adam Malik dan tanggal 24 hasilnya keluar, saya positif,” katanya.
Dokter Ana mengaku terkejut dengan hasil tes tersebut. Dia juga merasa sedih dan cemas karena belum tahu seperti apa efek virus baru ini ke tubuhnya. Tetapi setelah isolasi selama 20 hari (24 Maret - 4 April) di RSUP Adam Malik, dia dinyatakan sembuh oleh tim dokter pada 31 April dan menjadi orang pertama yang sembuh di Sumut.
“Kaget, sedih dan cemas memikirkan bagaimana dengan keluarga-keluarga saya yang sudah kontak dengan saya. Tetapi, saat itu saya yakinkan saya pasti sembuh. Dan dengan dukungan teman-teman, keluarga saya dan tentu mendekatkan diri kepada Allah saya semakin yakin,” ucapnya.
Dokter Ana dan tim merupakan orang-orang yang mempersiapkan fasilitas-fasilitas untuk penanganan Covid-19 di RSUP Adam Malik. Itu membuat dia merasakan sendiri fasilitas-fasilitas perawatan yang dia siapkan bersama timnya. Dia mengaku hal ini malah menjadi penguatan untuk penanganan Covid-19 dan masukan kepada Direksi Rumah Sakit.