BNPB Catat 2.606 Bencana di Indonesia Sepanjang 2025, Paling Banyak di Sumut dan Riau
Dia menegaskan, meskipun cuaca ekstrem tidak selalu menimbulkan kerusakan besar seperti gempa atau banjir bandang, risiko terhadap keselamatan jiwa tetap tinggi.
“Tetap bisa menyebabkan korban jiwa. Biasanya cuaca ekstrem ini berbahaya kalau kita berada di luar ruangan, misalnya tertimpa pohon tumbang atau papan reklame. Jadi ini tetap harus diwaspadai,” ucapnya.
BNPB mencatat, di wilayah Pulau Sumatera, khususnya Sumut dan Riau, masih menjadi daerah dengan paling sering terjadi bencana. Sementara wilayah Kalimantan, karhutla mendominasi laporan kejadian.
“Tetapi ini kebakaran hutan yang terkendali. Jadi bisa dipadamkan oleh satgas-satgas di provinsi,” ujar Abdul.
Untuk wilayah Pulau Jawa, bencana yang paling sering dilaporkan adalah cuaca ekstrem. Pergantian cuaca dari panas ke hujan memicu berbagai peristiwa alam, terutama di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
“Hal seperti ini perlu diwaspadai. Jadi sahabat tangguh semuanya tetap meng-update perkiraan cuaca dari BMKG dan BNPB,” ucapnya.
BNPB mengingatkan seluruh pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem hingga akhir tahun 2025. Abdul menegaskan pentingnya edukasi dan kesadaran publik dalam menghadapi ancaman bencana yang dapat terjadi kapan saja.
Editor: Donald Karouw