BMKG Pasang Alat Pendeteksi Gempa dan Tsunami di Sekeliling Kawasan Danau Toba
Lebih lanjut, dia menyebut kawasan Danau Toba secara wajah tektonik merupakan daerah yang sangat berpotensi terhadap gempa bumi dan tsunami akibat aktivitas subduksi Nias dan sesar-sesar lokal Sumatera yang sangat aktif.
Selain itu, Danau Toba merupakan salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas di Indonesia yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2020. Sehingga daerah ini menjadi kawasan yang penting dalam membangun sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami.
"Penguatan sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami akan terus ditingkatkan BMKG," katanya.
Selain sebagai pelengkap dari sistem peringatan dini tsunami (InaTEWS), Indonesia Earthquake Early Warning System (InaEEWS) BMKG ini juga akan memberikan informasi lebih dini sebelum guncangan kuat melanda suatu kawasan.
Sistem ini memanfaatkan perbedaan cepat rambat gelombang gempa. Sehingga gelombang P tiba lebih awal digunakan sebagai warning sebelum gelombang S yang bersifat merusak tiba di lokasi. Sebagai daerah yang memiliki potensi gempa yang tinggi, gelombang yang berasal dari zona subduksi Nias memiliki waktu 30-40 detik sebelum gelombang S sampai di wilayah Danau Toba.
Sementara untuk gempa yang bersumber sesar lokal Sumatera, terdapat selisih waktu kurang dari 10 detik. Sistem ini tidak saja bermanfaat bagi masyarakat di Kawasan Danau Toba untuk bertindak lebih cepat menyelamatkan diri, tetapi juga dapat mengamankan objek vital berbasis respons instrumen.
Dengan telah dipasangnya 61 sensor seismograf, EEWS di 14 lokasi dan WRS di 11 titik di Sumut, diharapkan dapat memberikan informasi gempa dan peringatan tsunami sedini mungkin sehingga dapat meminimalisasi korban.
Editor: Donald Karouw