Bejat, Ayah dan Anak di Medan Kompak Perkosa Keponakan Yatim Piatu hingga Hamil
"Jadi korban telah tinggal di rumah pelaku MRD sejak tahun 2015 yang bekerja sebagai guru di salah satu SMK Negeri di Medan. Sementara pelaku SNH anak dari MRD yang bekerja sebagai asisten dosen di salah satu universitas di Medan. Korban merupakan anak yatim piatu," katanya.
Menurutnya dari pengakuan korban, dia sudah mulai mengalami pencabulan dari pelaku SNH sejak kelas 6 SD. Sementara pelaku MRD mulai memerkosanya sejak Agustus 2022. Korban juga mengungkapkan kedua pelaku memerkosanya di rumah dengan waktu yang berbeda.
"MRD awalnya mendapatkan informasi anaknya mencabuli korban, namun dia tidak pernah mengetahuinya secara langsung. MRD lalu memerkosa korban pada malam hari ketika istrinya sedang tidur," ucapnya.
Atas kejadian tersebut, korban sangat terpukul apalagi kini sedang berbadan dua. Sebelumnya, korban mengira perutnya membesar karena pola makan yang tidak terkontrol dan suka minum air dingin.
Karena kejadian ini, rasa takut menyelimuti korban. Dia takut rahasia kelamnya ini terbongkar dan diketahui bibinya, istri dari pelaku MRD.