Densi Limbong menerangkan, saat ini kondisi genangan air yang meredam kawasan Andam Dewi Saudah mulai surut. Namun warga masih mengungsi dikarenakan air masih menggenangi rumah mereka.
Selain itu, banjir bandang juga menyebabkan akses jalan lintas Sumatera Utara terputus. "Ada beberapa daerah yang tidak bisa dilalui. Untuk saat ini jalinsum pun terputus. Jaringan di sini sangat sulit. Tiang-tiang listrik pun di sini banyak yang tumbang. Di lokasi, saat ini sulit sekali untuk berkomunikasi," ungkapnya.
Sebelumnya, Sekretaris BPBD Tapteng, Agus Haryanto menyebutkan enam orang meninggal dunia dan 3 orang hilang akibat banjir bandang di kecamatan Barus dan Andam Dewi.
Pemkab Tapanuli Tengah sudah menetapkan status tanggap darurat atas bencana yang terjadi. Penetapan status ini agar fokus terhadap penanganan pengungsi dan pencarian korban. "Status tanggap darurat selama tujuh hari. Terhitung mulai hari ini hingga 5 Februari mendatang," katanya.
Pascapenetapan status tanggap darurat, petugas di lapangan telah berkoordinasi untuk membantu mengevakuasi korban banjir. Tim gabungan ini melibatkan BPBD kabupaten dan provinsi, personel TNI-Polri, petugas SAR serta dari instansi terkait lainnya.