Ayah di Medan Minta Maaf dan Mengaku Bunuh 2 Anak Tiri setelah Merasa Dihantui
Menurut pengakuan pelaku, saat itu kedua korban mendatanginya. Mereka meminta uang untuk membeli es krim. Namun pelaku menjawab dia tidak memiliki uang. Kedua korban terus meminta dan memaksa sehingga membuatnya kesal.
Karena tak diberi uang, kedua korban pergi dan marah sambil mengatakan jika akan meminta ibunya untuk mencari ayah lain. Mendengar hal itu, diduga Rahmadsyah gelap mata. Dia kemudian membawa kedua korban ke samping gedung bangunan sekolah dan membenturkan kepala mereka.
Selanjutnya dia menyembunyikan tubuh kedua bocah di dalam parit. Salah satu korban ditutupi triplek dan seng. Kemudian terduga pelaku pergi ke rumah kerabatnya dan tak pulang ke rumah. Dia bahkan menyampaikan lokasi keberadaanya kepada sang istri dalam pesan di medsos tersebut.
Mendapat petunjuk tersebut, personel gabungan Polrestabes Medan dan Polsek Medan Kota pun menangkap Rahmadsyah (30). Saat ini dia masih dalam pemeriksaan penyidik.
"Sudah ditangkap di kawasan Delitua," kata Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Ainul Yaqin, Senin (22/6/2020).
Kendati demikian, Ainul enggan menjelaskan secara detail terkait penangkapan pelaku. Menurutnya nanti akan akan disampaikan saat ekspose kasus pembunuhan.
Sebelumnya, warga Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan dikejutkan dengan penemuan dua bocah yang tewas di dalam parit di area Global Prima National Plus School, Minggu (21/6/2020). Kedua merupakan kakak adik yang tewas diduga dibunuh ayah tirinya.
Editor: Donald Karouw