Selain itu, ada bengkak sebesar telur di kepala bagian belakang. Bekas luka dan bengkak itu membuat kedua orang tua dan kerabat menilai kematian Serda Berkat Iman Gea mencurigakan.
“Ternyata di sebelah kiri itu tidak ada bekas pukulan, sama sekali tidak ada bekas yang menyebabkan bekas ataupun luka di dada sebelah kiri, seperti yang disampaikan,” kata kata adik almarhum, Handroa Gea, Jumat (8/1/2019).
Dia menegaskan, keluarga akan mencari kebenaran atas meninggalnya korban yang merupakan tulang punggung keluarga itu. Sebab, keterangan yang mereka peroleh mengenai penyebab Serda Berkat Iman Gea tidak sesuai dengan kenyataan.
“Ada sesuatu yang janggal, yang membuat kami tidak terima dengan kenyataan, kronologi yang disampaikan kemarin dan diberitakan. Kami akan selidiki dan akan kami cek ulang di sini, apakah sesuai dengan yang terjadi di lokasi,” kata Handroa Gea.
Dari pantauan, sudah banyak warga dan kerabat yang berkumpul di rumah duka yang berlokasi di Desa Binaka, Kota Gunungsitoli, Kamis sore kemarin. Bahkan, tampak beberapa prajurit TNI AD Kodim 0213 Nias yang akan memimpin proses pemakaman. Namun, keluarga tetap bertahan agar proses pemakaman dibatalkan.
Perwakilan keluarga kemudian melakukan negosiasi dengan pihak TNI AD. Setelah negosiasi cukup panjang, keluarga akhirnya mengumumkan bahwa proses pemakaman ditunda. Keluarga akan membawa jenazah ke RSUD Gunungsitoli guna visum ulang. Setelah itu, korban baru dimakamkan di desanya.
Sementara hasil pemeriksaan jenazah almarhum nantinya akan diserahkan kepada penyidik. Jika memang Serda Berkat Iman Gea meninggal dengan cara tidak wajar, keluarga akan menempuh langkah hukum.
Editor: Maria Christina