MEDAN, iNews.id – Seorang prajurit TNI bernama Prada Gilang Al Fajar harus kehilangan penglihatan. Kedua matanya dinyatakan mengalami kebutaan total akibat terpapar zat-zat berbahaya ketika bertugas membantu korban bencana alam erupsi Gunung Sinabung pada 2014.
Kenyataan ini membuatnya sempat terpuruk. Dia juga merasakan kesedihan sang ibu yang seakan sulit menerima takdir tersebut. Dalam keputusasaan dan keterbatasan fisik, Prada Gilang tetap menjalani tugas sebagai prajurit TNI di Batalyon Arhanud 11 Wirabuanayudha, wilayah jajaran Kodam I Bukit Barisan, Medan, Sumatera Utara.
Jokowi: Selamat HUT ke-74 TNI, Teruslah Menjadi Tentara Kebanggaan Rakyat
Perlahan seiring berjalannya waktu, Prada Gilang menemukan kembali semangatnya. Dia mendapati panggilan baru dihidupnya untuk menjadi bagian dari atlet TNI penyandang difabel. Hasilnya, sejumlah medali ajang kejuaraan paralimpik berhasil diraihnya.
Prada Gilang menceritakan sebuah peristiwa yang mengubah hidupnya. Saat itu tahun 2014, dia mendapat tugas untuk membantu pembangunan relokasi perumahan bagi warga korban erupsi Gunung Sinabung di Desa Siosar, Kabupaten Karo.
Saat tugas itulah dia terpapar debu vulkanis hingga tak sadarkan diri dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Putri Hijau. Hasil pemeriksaan tim dokter kala itu, Prada Gilang divonis mengalami kelumpuhan dan kebutaan.