75 Contoh Kalimat Retoris, Lengkap dengan Pengertian dan Ciri-cirinya
72. Mengapa orang yang bunuh diri dipandang sebagai seorang lemah?, bukankah butuh mental dan keberanian agar bisa melakukan hal itu?
73. Siapa yang tidak jengkel melihat tingkahnya ?
74. Siapa yang tidak susah jika memiliki adik sepertimu.
75. Aku tak tahu mengapa hal ini harus terjadi.
Dari semua contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa kalimat retoris merupakan kalimat yang tidak membutuhkan jawaban atau tanggapan dari pendengarnya. Hal itu lantaran jawaban atau tanggapan dari kalimat ini sudah sangat jelas dan berfungsi hanya sebagai penegasan.
Dalam penggunaannya, kalimat retoris biasa dipakai sebagai sindiran, nasihat, basa-basi, bujukan agar seseorang mengubah pandangannya terhadap sesuatu, atau ajakan untuk introspeksi diri. Umumnya, kalimat ini bisa dijumpai dalam sejumlah karya sastra untuk memperindah tulisannya.
Sementara itu, berikut ini adalah ciri-ciri kalimat retoris yang patut untuk diketahui.
-Seseorang yang mengucapkan kalimat retoris tidak mengharapkan jawaban atau tanggapan dari pendengar.
-Jawaban kalimat sudah jelas.
-Makna kalimat tidak ambigu atau dapat dipahami.
-Kalimat retoris berfungsi memberi penekanan pada inti pembahasan.
-Kalimat retoris biasanya ada setelah kalimat yang mengandung komentar terhadap sesuatu.
Editor: Komaruddin Bagja