62 Napi Lapas Narkotika Langkat Masih Buron Pascakerusuhan, Ini Nama-namanya
Selanjutnya Dedi Istianda bin Suardi, Muhd Zailan Nasution bin Saud Nasution, Chairul Azhari Pulungan bin Ahmad Damuri, Eko Prasetyo bin Binasar, Ucok Siregar bin Sugimun, Abdul Rahman Pulungan bin Umar, Andri Prabudi, Roni J Tampubolon bin Joni Tampubolon, Irwansyah bin Legiman, Daniel Gurusinga bin Padi Gurusinga, dan Rahmad Hidayat bin Samsir Nasution.
Kemudian, Khairul Anwar bin Ahdat, Jamal Basri bin Abu Bakar, Amiruddin bin Mukhtar, Muhammad Rizky bin Muslim, Ali bin Salim, Syawalul Bahri bin Misrah, Novriansyah bin Sunardiman, Azmar, Sulaiman bin Usman, Sulaiman Saat bin Saat, Riski Gunawan bin Rono, Burhanuddin bin Rafi, dan Taufik Wahyudi Ginting bin Arhum Laman Ginting.
Selain itu, Alfansyah bin Alamsyah, Sofwan Arqam, Fahmi Lubis bin Ridwan Lubis, Syafrizal bin Johan, Doni Atmaja, Syahril bin Arani, Hendra Sinaga bin ganti Sinaga, Zulkifli Sinaga bin Rizaman Sinaga, Ibrahim bin M Saleh, Eri Afrida, Abdul Halid bin Rasian, Supriadi bin Mukmin, Agus Tono, Ali Amrin Hasibuan bin Addin Hasibuan, dan Andri Prabudi.
Para napi lainnya, yakni, Sarman Syahputra bin Ibrahim, Muhammad Rizki Lubis bin Mhd Tayib, Muhammad Rizky Siregar, Muhammad Isa Daulay, Muhammad Bani bin M Tamin, Zetliandari Nasution bin Aswan Nasution, Rudianto bin Alinafiah, Fadli bin Sugianto, Saprizal saragih bin Zumakir Saragih, Rimpal Falestin bin M Yasim Mahmud, Azmar, Sudirman bin Ismail, dan Octo Prabudi bin Putra.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumut, Jahari Sitepu sebelumnya mengatakan, kerusuhan di Lapas Narkoba Kabupaten Langkat, Sumut diduga lantaran penemuan sabu milik napi di dalam lapas. Rekan-rekan napi tersebut marah melihat temannya digiring petugas lapas ke ruangan keamanan dan ketertiban (kamtib).
“Narkoba itu memang ditemukan pegawai lapas. Napi yang tertangkap merasa tidak terima, dan memancing kemarahan teman-temannya. Mereka mencari petugas lapas yang menangkap temannya itu. Akhirnya mereka spontan membuat keributan,” kata Jahari.
Editor: Maria Christina