23 Dokter di Medan Gugur selama Pandemi Covid-19, 4 Terima Bintang Jasa
Untuk itu Wijaya juga berharap pemerintah juga meningkatkan perlindungan kepada para tenaga kesehatan karena itu menjadi kewajiban.
"Faktor keselamatan seperti APD (Alat Pelindung Diri) yang lengkap wajib disediakan sehingga gugurnya korban dari tenaga medis bisa dicegah. Begitu juga insentif sebagai dukungan moral, sehingga keluarga yang mereka tinggalkan selama bertugas tidaklah terabaikan," ujarnya.
Wijaya memaparkan, sepanjang Januari hingga Agustus 2021 ini, ada sembilan dokter anggota IDI Medan yang gugur karena terinfeksi virus corona. Mereka merupakan dokter Spesialis Anak, Spesialis Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan, Spesialis Bedah, Spesialis Kulit dan Kelamin, Spesialis Radiologi.
"Pada bulan Januari meninggal satu dokter, Februari juga satu dokter. Kemudian bulan April dua dokter, Mei dua dokter, Juli satu dokter dan Agustus dua dokter," ucapnya.
Sedangkan selama tahun 2020, terang dia, ada 14 dokter yang wafat. Di antaranya adalah dokter Spesialis Paru, Spesialis Saraf, Spesialis Anastesi, Spesialis Bedah, Spesialis Anak, Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Ortopedi dan Traumatologi.