Wong Kito Galo, Arti dan Penjelasannya
Perantau dari China dan timur tengah berdatangan untuk berdagang, pendidikan hingga menetap dengan tenang di Palembang hingga kini. Tidak pernah terjadi konflik atau gesekan pendatang dengan pribumi, semua hidup berdampingan di Palembang.
Keruntuhan Kerajaan Sriwijaya dan memasuki awal Kesultanan Palembang Darussalam, penguasa Palembang memiliki kaitan erat dengan kerajaan di Jawa. Karenanya tidak heran, sebagian bahasa Palembang mirip dengan bahasa Jawa, yang salah satunyo wong atau aslinya uwong. Namun bahasa Palembang diucapkan dengan logat melayu.
Wong kito galo merupakan ucapan atau sapaan dari warga Palembang untuk warga Palembang lainnya dan orang dari luar yang sudah dianggap memiliki hubungan atau kedekatan dengan Palembang.
Dulu para pemain bintang Sriwijaya yang berasal dari luar daerah bahkan luar negeri, karena sudah lama tinggal di Palembang juga mendapatkan sapaan wong kito galo. Begitu pun mantan pejabat yang pernah bertugas di Palembang, ketika datang lagi ke Palembang akan disambut dengan ucapan wong kito galo.
Bahkan, Presiden Joko Widodo saat membagikan sertifikat kepemilikan tanah di Palembang juga mengucapkan wong kito galo. Karena memang ucapan wong kito galo memiliki arti yang luas.