Warga Palembang Ngeluh, Harga Kebutuhan Pokok Masih Tinggi
Untuk kenaikan harga cabai rawit ini dikarenakan berkurangnya pasokan dari sentra produksi seperti Pagaralam dan Ogan Ilir. Adanya pengaruh cuaca berupa hujan deras sejak akhir tahun mengakibatkan hasil panen petani tidak terlalu baik.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan Ahmad Rizali mengatakan pemerintah provinsi dalam payung koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berupaya menstabilkan gejolak harga kebutuhan pokok yang terjadi sejak akhir tahun.
Harga minyak goreng mengalami kenaikan sehingga berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp14.000 per Kg ini dipengaruhi oleh kenaikan harga CPO (bahan utama pembuatan minyak goreng) di pasaran internasional.
Untuk itu, Pemprov Sumsel bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) menggelar operasi pasar saat harga sudah menyentuh level Rp19.000 per Kg untuk minyak goreng jenis kemasan, dan Rp17.000 per Kg untuk jenis curah pada pertengahan Desember 2021.
Operasi pasar itu digelar pada 22 Desember-31 Desember 2021 dengan melepas total 25 ton minyak goreng seharga Rp14.000 per liter.
Lalu, pemprov kembali merencanakan operasi pasar jilid kedua yang bekerja sama dengan PT Indo Karya Indonesia dengan menjual total 52 ton minyak goreng ke 15 titik pasar tradisional Palembang dan sekitarnya, 12-31 Januari 2022. “Melalui upaya operasi pasar ini kami berharap harga minyak goreng bisa turun,” kata dia.
Editor: Berli Zulkanedi