Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Advertisement . Scroll to see content

Vaksin Sinovac Memperbesar Alat Kelamin Pria, Ini Faktanya

Kamis, 07 Januari 2021 - 22:35:00 WIB
Vaksin Sinovac Memperbesar Alat Kelamin Pria, Ini Faktanya
Ilustrasi vaksin. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Dia mengatakan, gerakan penolakan vaksin atau hoaks terkait Covid-19 adalah hal yang unik. Menurutnya, baru pertama kali dalam sejarah pandemi bahwasanya gerakan penolakan atas vaksin ramai disuarakan sebum vaksin itu sendiri hadir.

"Terkait vaksinasi, atau vaksin untuk pertama kalinya dalam sejarah pandemi umat manusia, dan sejarah vaksin, yang namaya gerakan vaksin itu lahir duluan dibandingkan vaksinnya. Ini pertama kali," ujarnya.

Di hubungi secara terpisah, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi turut berkomentar terkait sebuah tangkapan layar berita yang mencatut logo media cnn.com berjudul “Doctors encourage covid-19 vaccine injections in penis”. Tangkapan layar tersebut juga dibarengi dengan sampul foto seorang dokter dan ilustrasi injeksi di alat kelamin pria.

Menurutnya, berdasarkan penelusuran yang dilakukan dapat dipastikan informasi tersebut adalah berita bohong atau palsu.

"Berdasarkan penelusuran, dilansir dari snopes.com, Artikel yang mencatut nama CNN.com itu adalah palsu. Berdasarkan pencarian pada index berita di kanal CNN.com, tidak ditemukan atikel dengan judul dan sampul seperti itu," kata Nadia.

Dia memaparkan, ilustrasi yang menunjukkan “area aman untuk injeksi” ke penis sebenarnya berasal dari instruksi manual untuk injeksi sendiri penis sebagai pengobatan untuk disfungsi ereksi. Gambar itu, sambungnya, diambil dari situs Kansas City, Missouri-area St. Luke’s Health System.

"Kedua, dokter yang ditampilkan tersebut bernama Mohitkumar Ardeshana, seorang dokter penyakit dalam yang berbasis di Claremont, California. Kepada situs pengecekan fakta India Boom, Ardeshana mengatakan belum pernah berkomentar soal penelitian tersebut," tuturnya.

Editor: Berli Zulkanedi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut