Tradisi Agustusan di Jalan Merdeka Palembang, Telok Abang di Atas Kapal Perang
Sejak awal Agustus, para pedagang musiman yang telah turun temurun akan menjual Telok Abang. Mereka berjejer di sisi kiri dan kanan jalan merdeka mulai dari sekitar kantor Pos hingga kantor PGN Palembang.
Sekadar mengingatkan di ruas jalan merdeka juga banyak gedung lama yang tentu bersejarah. Satu di antaranya kantor wali kota yang merupakan eks menara air Belanda yang dapat menampung 1.200 kubik air bersih. Namun pada 1963 mulai difungsikan sebagai kantor wali kota.
Menurut sejumlah sumber, tradisi telok abang telah ada sejak masa kolonial. Pada masa kolonial Belanda Telok Abang muncul untuk perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina. Konon setiap tahun saat itu Telok Abang dibuat dan setelah kemerdekaan berubah menjadi tradisi jelang HUT RI. Karena merah melambangkan keberanian dan putih kesucian.
Keberadaan Telok Abang sudah sangat melekat bagi warga Kota Palembang terutama di ruas Jalan Merdeka. Bahkan di tengah pandemi Covid-19 saat ini, pedagang Telok Abang tetap hadir memerahlan Jalan Mereka.
Editor: Berli Zulkanedi