Pelaku lalu kembali ke penginapan dengan sebuah koper. Prada Deri kemudian berusaha memasukkan mayat korban ke dalam. Tapi, karena tidak muat juga, pelaku akhirnya kabur meninggalkan mayat Fera di dalam penginapan. Dia lalu kabur menuju Lampung dengan bus.
Di perjalanan, pelaku mencari informasi kepada penumpang bus mengenai tempat belajar agama. Dia lalu disarankan ke Padepokan Moghyang Banten. Setelah mendapat alamat Padepokan Moghyang, pelaku segera ke sana. Karena pimpinan padepokan tidak mengetahui Prada Deri buronan TNI kasus pembunuhan, dia sempat cukup lama di sana hingga akhirnya ditangkap.
“Selama di padepokan itu juga pelaku berkomunikasi dengan bibinya. Dari situlah kami dapatkan informasi dan langsung mengejar pelaku. Saat ditangkap pelaku tidak melawan,” kata Kapendam.
Editor: Maria Christina