Sumsel Antisipasi Dampak Fenomena La Nina pada Pertanian
Manurutnya, penyimpangan telah terjadi sejak dasarian pertama 2021 yang ditandai dengan musim kemarau basah.
Namun kondisi tersebut dapat ditanggulangi dengan dilakukannya kebijakan yaitu percepatan tanam sehingga rata-rata petani berhasil panen maksimal.
"Yang dikhawatirkan memang pada masa musim tanam Oktober hingga November 2021. Panennya diperkirakan pada Febuari hingga Maret 2022, karena merupakan puncak penyimpangan iklim akibat adanya La Nina tadi," jelasnya.
Dengan pertimbangan tersebut, lanjutnya, mengharapkan setiap kepala daerah juga harus melakukan langkah yang responsif menanggulangi dampak minor dari La Nina.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Ansori mengatakan, selama 2021 pihaknya mencatat akibat penyimpangan iklim sedikitnya ada 516 hektare lahan pertanian terendam air.