Senjata Tradisional Sumatera Selatan, Nomor 5 Jadi Koleksi Museum Wallace Inggris
Keunikan trisula Palembang dengan trisula lainnya yakni terdapat pada kedua sisinya. Di bagian mata tombak memiliki tiga ujung lancip dan sisi lainnya tumpul. Karena itu, tombak trisula ini sangat tajam. Banyak penemuan tombak trisula yang kemudian disimpan di Museum Balaputradewa.
Diyakini tombak trisula sering digunakan oleh prajurit kerajaan Sriwijaya sebagai senjata. Ditelusuri dari segi arkeologi dan para ahli menyebutkan jika senjata ini mulai dikenal sejak Hindu Siwa masuk ke Nusantara ratusan tahun yang lalu.
Senjata tradisional Sumatera Selatan berikutnya Kudok. Senjata satu ini jenisnya pisau atau badik, namun bentuk yang khas dan diyakini dipakai masyarakat Bumi Sriwijaya terutama di dataran tinggi Sumatera Selatan seperti Lahat dan Pagar Alam di sekitar Gunung Dempo.
Kudok bentuknya menyerupai badik di Lampung. Kudo dibuat dari baja terbaik dan gagangnya menggunakan kayu berkualitas seperti jati dan kayu ghumai. Dahulu kudok digunakan untuk menjaga diri dari bahaya sehingga terus dibawa ke mana-mana. Namun kini di jaman modern, kudok tidak lagi digunakan untuk menjaga diri, melainkan sebagai koleksi.
Bahkan di Kota Pagar Alam terdapat komunitas kudok. Anggota komunitas ini melestarikan kudok dan belajar cara menggunakan senjata tradisional tersebut. Di beberapa tempat terutama di Pagar Alam kudok dijual sebagai cinderamata bagi wisawatan Gunung Dempo.