Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sumsel Harus Waspada, BNPB Sebut Ada Potensi Peningkatan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Advertisement . Scroll to see content

Semakin Panas, Ukraina Ancam Invasi Balik Rusia

Kamis, 28 Juli 2022 - 15:11:00 WIB
 Semakin Panas, Ukraina Ancam Invasi Balik Rusia
Tentara Ukraina berjaga di dekat sebuah jembatan yang rusak. Ukraina mengatakan memiliki kemampuan unruk menginvasi valik Rusia. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Danilov juga mengatakan bahwa kata-kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky tentang Ukraina yang melakukan pembalasan terhadap lokasi-lokasi di mana serangan dilakukan merupakan bukti tekad Kiev. 

Sebelumnya, beberapa pejabat Ukraina mengatakan bahwa pasukan Kiev mungkin menjangkau sasaran di Semenanjung Crimea atau Jembatan Crimea, yang mereka anggap sebagai rute pasokan utama bagi pasukan Rusia.

Juru bicara intelijen militer Ukraina, Vadim Skibitskiy, mengeklaim bahwa Crimea dapat menjadi sasaran sistem roket peluncuran ganda 142 HIMARS dan M270 MLRS yang dipasok Amerika Serikat (AS). Moskow menanggapi dengan mengatakan bahwa Ukraina akan membayar mahal jika memutuskan untuk menyerang Crimea.

Mantan presiden Rusia, Dmitry Medvedev, mengatakan pada pertengahan Juli bahwa Moskow mungkin merespons dengan serangan besar-besaran yang menargetkan kepemimpinan Ukraina jika itu terjadi. AS dan sekutunya sebelumnya enggan untuk memasok Ukraina dengan senjata jarak jauh yang mampu menyerang target jauh di dalam wilayah Rusia karena mereka khawatir tentang potensi eskalasi konflik. 

ashington belum setuju untuk mengirim rudal balistik taktis dengan jarak hingga 300 kilometer ke Ukraina. Rudal semacam itu dapat digunakan oleh peluncur roket ganda HIMARS buatan AS yang diserahkan Washington ke Kiev.

Namun, menurut juru bicara tentara Republik Rakyat Donetsk (DPR), Eduard Basurin, pasukan Ukraina mungkin telah menerima rudal untuk HIMARS dengan jangkauan 300 km. Basurin mengatakan pasukan DPR telah menemukan potongan-potongan amunisi dengan jangkauan 110 kilometer hingga 120 kilometer, yang berarti bahwa Kiev juga dapat memiliki rudal dengan jangkauan sepanjang 300 kilometer.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pada hari Rabu bahwa kegigihan Barat dalam memompa Ukraina dengan senjata jarak jauh, termasuk HIMARS, telah membuat Moskow mempertimbangkan kembali tujuan operasi militernya di negara tetangga. "Mereka sekarang melampaui Donbas dan mencakup beberapa wilayah Ukraina lainnya," katanya, merujuk pada wilayah operasi militer Rusia.

Editor: Berli Zulkanedi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut