Seberapa Besar Pengaruh Habib Rizieq di Panggung Politik, Begini Cara Mengukurnya
Muradi juga menyebut kehadiran Habib Rizieq kembali di Tanah Air tidak otomatis memicu maraknya isu politik identitas. Untuk diketahui, Habib Rizieq merupakan salah satu tokoh yang menggerakkan Aksi Bela Islam 212 pada Desember 2016 saat memprotes Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ketika itu menjabat gubernur DKI Jakarta, karena dinilai melakukan penistaan agama. Aksi ini terus menggelinding dan berujung dipenjarakannya Ahok karena terbukti bersalah oleh pengadilan.
Kekalahan Ahok-Djarot Saeful Hidayat di Pilkada DKI Jakarta 2017 dari Anies Baswedan-Sandiaga Uno diduga ikut dipengaruhi oleh isu politik identitas yang membesar seusai Aksi 212 tersebut. Lantas, apakah kepulangan HRS ke Tanah Air jadi pertanda bakal kembali muncul isu politik identitas di pilpres mendatang?
Menurut Muradi, politik identitas hanya berpotensi muncul jika Habib Rizieq sendiri yang maju menjadi capres atau calon wakil presiden (cawapres). "Kalau Rizieq sekadar jadi endorsement bagi kandidat lain, isu identitas di pilpres saya kira tidak akan kuat," ujarnya.
"Untuk lahirnya politik identitas, simbol harus benar-benar muncul. Pertanyannya, mampu nggak Habib Rizieq maju menjadi capres?" ujarnya.
Editor: Berli Zulkanedi