Prostitusi Online Jajakan Remaja Palembang Terbongkar, Tarif Mulai Rp1 Juta Bisa Threesome
Diungkapkan DK, dalam menjajakan anak-anaknya, Ia memanfaatkan aplikasi sosial media seperti MiChat. Tak hanya satu orang, DK juga nenawarkan ke konsumennya untuk layanan tiga orang alias threesome.
"Bukan saya yang jual, mereka yang minta carikan konsumen. Kebetulan kami bertetangga," katanya.
Salah satu korban BN (14), mengaku nekat terlibat dalam kasus prostitusi online lantaran didesak kebutuhan ekonomi. Remaja putus sekolah ini kepepet lalu menghubungi DK untuk dicarikan pelanggan yang mau menggunakan jasanya. "Saya baru sekali layani pria hidung belang, saya diberi uang Rp300.000," katanya.
Sedangkan RS (15), mengungkapkan sudah melayani beberapa. Dalam sekali kencan menerima bayaran Rp500.000. "Pelanggannya sudah ada, saya tinggal siap saja ketika di kontak," katanya.
Kasubdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Masnoni mengatakan pihaknya mengamankan seorang mucikari beserta anak-anaknya. Adapun modusnya korban dijajakan di sosmed. Si mucikari memiliki beberapa anak untuk dijajakan. Selain anak di bawah umur, DK juga mempunyai anak didik orang dewasa.
Aksi anak-anak di bawah umur menjajakan layanan seks ini sudah beberapa kali mereka lakukan. Ketika ada pesanan anak di bawah umur DK akan menghubungi mereka.
"Untuk pelaku akan kita kenakan pasal 88 UU No 78 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Pelaku terancam dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara," katanya.
Editor: Berli Zulkanedi