Pilu! Curhat Anak Korban Tewas Ditabrak Mahasiswi di Pekanbaru: Yeyen Sayang Mama
"Seandaikan pagi itu aku ngelarang mama pergi, apa aku masih bisa meluk mama hari ini?
Seandainya mama lewat jalan lain, apa aku masih bisa ngeliat mama pulang dengan tersenyum?
Seandainya aku kaya, mama ga perlu pergi kerja, apa mama bakal ngebukain aku pintu rumah dan bilang 'poyen mama sudah pulangg'.
Penyesalan satu persatu bermunculan. Seharusnya aku makan nasi yang mama masak pagi itu kalau tahu ternyata itu adalah masakan terakhir mama. Seharusnya aku selalu meluk dan cium mama, bukan hanya saat hari raya, ulang tahun mama dan juga hari terakhir aku melihatnya.
Seharusnya aku memperlakuin mama lebih baik lagi, aku memang anak yg durhaka.
Kenangan pagi itu akan selalu akan kuingat, di mana mama minta maaf tidak sempat untuk memasak lauk dan bilang 'nanti beli lauk di simpang aja ya, mama blm sempat masak, mau ke pasar dlu. Bsk2 kalau mau beli lauk di sana aja, enak-enak."