Pedagang Menjerit, Daging Ayam di Lubuklinggau Tak Laku karena Wabah Corona
"Saat ini, bahkan rumah makan saja mengurangi pembelian daging ayam, sehingga stok ayam banyak tapi peminat sepi," katanya.
Dirinya tak menampik bahwa kondisi itu terjadi sebagai dampak adanya virus corona. Dulu, sebelum ada wabah corona, dirinya bisa menjual sekitar 50 kilogram dalam sehari.
Senada dengan Pepi, penjual ayam keliling bernama Malaka juga mengeluh. Semenjak virus corona dan pembatasan sosial, pemesanan ayam jadi menurun.
"Orang nikahan tidak boleh, sedekah ruwah tidak boleh, sehingga orang yang beli ayam jadi sepi," kata dia.
Malaka mengaku, sejak virus corona merebak, untuk menghabiskan 30 Kg sehari saja susah sekali.
"Biasanya pukul 11 siang sudah pulang ke rumah, sekarang sampai pukul 16 pun kadang belum tentu habis," katanya.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto