JAKARTA, iNews.id - Apa bacaan niat puasa bayar hutang Ramadhan yang benar? Puasa Ramadhan merupakan kewajiban tiap muslim. Namun, tidak sedikit yang berhalangan karena udzur syar'i seperti haidh, nifas, sakit maupun sedang bepergian.
Kendati demikian, mereka tetap dikenakan kewajiban membayar hutang puasa sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.
Niat Puasa Ganti Ramadhan, Lengkap dengan Arab, Latin, Arti
Dalil tentang qadha puasa Ramadhan ini berdasarkan firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 183:
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (١٨٤
Niat Puasa Qadha Ramadhan Bareng Puasa Asyura, Arab, Latin dan Artinya
Artinya; “Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (Qs. Al-Baqarah: 184)