Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Disuntik Vaksin Covid-19, Legislator PKB Ini Merasakan Lebih Sakit saat Khitan
Advertisement . Scroll to see content

Muhaimin Minta Ganti Mendikbud, Ini Penilaiannya

Sabtu, 16 Januari 2021 - 22:24:00 WIB
Muhaimin Minta Ganti Mendikbud, Ini Penilaiannya
Ketum PKB Muhaimin Iskandar. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim diganti. Dia menilai krisis dan darurat pendidikan yang terjadi sepanjang pandemi belum tertangani.

Gus AMI menilai, darurat sepanjang pandemi Covid-19 hingga kini belum bisa tertangani dengan baik dan belum ada terobosan yang dilakukan Nadiem sebagai solusi dalam mengatasi darurat pendidikan nasional. 

"Menteri Pendidikan yang kita harapkan dengan teknologi yang dia miliki, mengambil inisiasi untuk mengambil langkah-langkah alternatif bagi krisis darurat nasional pendidikan, tetapi sampai hari ini tidak ada tanda-tanda hal yang bisa diharapkan dari Menteri Pendidikan kita," kata Gus AMI saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) 15 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB secara virtual, Sabtu (16/1/2021).

Gus AMI mengaku sudah meminta Ketua Komisi X DPR yang juga Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda untuk mengambil inisiasi atas krisis stagnasi pendidikan nasional. "Saya mengusulkan Menteri Pendidikan segera diganti dengan Syaiful Huda dari Ketua Komisi X supaya ada penanganan yang cepat dari stagnasi pendidikan nasional kita," katanya.

Menurut Gus AMI, harus diakui hingga saat ini tidak ada terobosan nyata yang bisa dirasakan Mendikbud dalam menangani darurat pendidikan nasional. "Saya pendukung utama Pak Nadiem karena saya harapkan kecanggihan Pak Nadiem dalam menangani teknologi, menangani gojek, menangani sistem perdagangan baru melalui online. Luar biasa, salut," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut