Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ayah dan Anak di Sumsel Bunuh Saudara, Diduga Uang Pembagian Pungutan Tidak Rata
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Songket Palembang, Kain Bersejarah dan Bernilai Tinggi

Rabu, 30 November 2022 - 15:19:00 WIB
Mengenal Songket Palembang, Kain Bersejarah dan Bernilai Tinggi
Beragam motif Songket Palembang. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Semakin tua, harga Songket Palembang semakin mahal hingga mencapai ratusan juta rupiah. Karenanya, saat berbagi warisan dalam satu keluarga, Songket salah satu warisan yang dinantikan sama halnya dengan emas dan perhiasan. 

Kain Songket Palembang ditenun dengan sistem alat yang rumit dalam waktu mencapai tiga bulan untuk satu helai kain. Bahan benang emas dan perak, serta waktu pengerjaan yang lama membuat Songket Palembang bernilai tinggi. 

Sejarah Songket Palembang

Menurut sejumlah catatan sejarah, Songket sudah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Pada masa itu, sudah banyak perantau yang datang ke Palembang. Salah satunya perantau dari China yang membawa benang sutra. Sejak saat itulah, benang ditenun sehingga menghasilkan kain dengan motif yang indah dan kini dikenal dengan Songket Palembang. 

Dalam jurnal The History of Songket Based on Archaeological Data yang ditulis seorang arkeolog dari Balai Arkeolog Palembang, terdapat motif yang sangat menyerupai motif songket saat ini di beberapa situs. 

Di antaranya ditemukan arca-arca dengan pakaian bermotif songket di situs kompleks percandian Bumiayu, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan.

Bumiayu merupakan situs yang berada di daerah aliran Sungai Lematang, anak Sungai Musi. Masa okupasi situs tersebut adalah abad ke-9 sampai dengan abad ke-13 masehi. Dari beberapa arca yang ditemukan di situs Bumiayu, ada tiga arca yang digambarkan mengenakan kain dengan motif songket. Salah satunya adalah arca Siwa Mahadewa. Ketiga arca tersebut digambarkan dengan mengenakan kain tenun tradisional yang diduga songket Palembang.

Editor: Berli Zulkanedi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut