Masata Sumsel Dorong Pengembangan Desa Wisata
Kemudian Kota Pagaralam yang lokasinya sekitar 300 km dari Palembang, dengan potensi perkebunan kopi dan teh, serta terdapat gunung Dempo, juga banyak mengembangkan desa wisata.
Desa wisata di daerah tersebut, sekarang ini menjadi destinasi wisata yang cukup diminati masyarakat Sumsel dan provinsi sekitar, bahkan dari beberapa daerah di Pulau Jawa.
"Untuk mengembangkan desa wisata lainnya, pihaknya berupaya mendorong kreativitas masyarakat desa serta membantu melakukan promosi agar dikenal masyarakat luas dan wisatawan serta mendapat perhatian pemerintah daerah dan pusat untuk menambah fasilitas pendukung dan membangun infrastruktur di kawasan objek wisata desa," ujar Syarhan.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Aufa Syahrizal mengatakan pihaknya berupaya mendorong masyarakat dan kepala desa di 17 kabupaten dan kota dalam provinsi setempat mengembangkan ekowisata.
"Desa yang tersebar di sejumlah daerah dalam provinsi ini memiliki banyak potensi wisata, jika dikembangkan atau dikemas menjadi ekowisata bisa menjadi daya tarik wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara berkunjung ke desa," ujarnya.
Menurut dia, untuk mengembangkan ekowisata, bisa mencontoh desa wisata warna warni Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel yang meraih juara II kategori Ekowisata Terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) award 2020.
"Untuk mendorong pengembangan ekowisata, pihaknya bersama dinas pariwisata kabupaten/kota di provinsi setempat melakukan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat terutama pemuda desa," katanya.
Editor: Berli Zulkanedi