Ali mengatakan, makam ibunya terpaksa dibongkar lantaran dirinya yang masih memiliki ikatan keluarga dengan pemilik lahan, berbeda dukungan bakal calon yang akan bertarung di Pilkades Serigeni Lama. Dia menolak saat diminta untuk mendukung bakal calon kades pilihan pemilik lahan makam.
Karena merasa bertolak belakang dengan nurani, Ali lantas memilih untuk memindahkan saja makam orang tuanya. Rasanya memang sedih dan miris. Namun, dia dan keluarga sebenarnya tidak ingin ada konflik hanya karena permasalahan perbedaan pandangan.
Ali menambahkan, sebenarnya ada empat makam yang harus dipindahkan karena beda pilihan calon kades itu. Tapi, keluarga menolak untuk memindahkan makam. Karena itu, hanya makam almarhumah Maimunah yang dibongkar dan dipindahkan.
“Kami diusir dari sini karena tidak tunduk dengan dia memilih calon kades di pilkades, padahal ini aja belum pendaftaran. Jadi karena beda pandangan, beda pilihan, makam disuruh dibongkar,” kata Ali.
Keluarga membawa jasad almarhumah Maimunah dengan perahu menyeberangi sungai dari Desa Serigeni Lama untuk dimakamkan di desa lain. (Foto: iNews/Novan Wijaya)