Loncat dari Jembatan Ampera, DPO Perampokan di BKB Patah Kaki dan Tertangkap
Saat itu, para pelaku meminta jaminan agar dapat mengambil barang. Korban lalu menyerahkan KTP dan dompet berisikan yang Rp50.000. Namun ternyata jaminan dimaksud hanya modus, ketiganya mengancam korban dengan pisau dan merampas handphone korban serta sepeda motor korban.
"Saya ini kernet speedboat, waktu itu diajak Rian jadi aku ikut saja. Saat korban datang Rian langsung bertanya kepada korban. Bahkan Rian sempat marah saat korban hanya menyerahkan KTP dan dompet yang berisikan uang Rp50.000, Rian langsung mencekik korban dan menodongkan pisau yang dia bawa kepada korban," ujarnya, Jumat (4/12/2020).
Usai mendapat semua harta korban Saribi dan Rian langsung membawa motor tersebut ke SP Padang Kabupaten OKI untuk dijual. Motor tersebut laku terjual dengan harga Rp2,7 juta. "Aku yang bawa motor ke SP Padang, OKI sambil aku bonceng Rian. Uang hasil penjualan dibagi Rian. Aku dapat Rp1 juta sedangkan Rian mengambil semuanya. Setelah kejadian itu saya tidak pernah lagi bertemu dengan tiga tersangka lainnya," ujarnya.
Sementara itu Kasubdit III Kompol Suryadi membenarkan sudah menangkap satu lagi DPO yang melakukan penodongan di dermaga BKB.
"Pelaku ini ditangkap anggota Unit 4 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel saat sedang melakukan razia masker. Saat itu tersangka sedang membersihkan ikan dan langsung ditangkap, ketika akan ditangkap tersangka kabur bahkan sudah diberi tembakan peringatan dan terukur masih tetap kabur dan bahkan terjun sehingga kaki kanan korban patah," ucapnya.
Editor: Berli Zulkanedi