Kisah Siswa Asal Sumsel Gagal jadi Paskibraka di Istana karena Positif Covid-19
M Farhan terpilih menjadi petugas untuk upacara bendera tingkat provinsi atau lapis kedua untuk pengibaran bendera di Istana Negara. Saat ini, M Farhan menjadi delegasi bersama Anisa Takwarani (16) untuk melakukan pelatihan terpusat di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON), di Cibubur, Jawa Barat.
Keduanya bergabung dengan 68 paskibraka dari 33 provinsi lainnya guna melakukan pemantapan posisi dalam upacara pengibaran bendera di hadapan Presiden Joko Widodo di Istana Negara 17 Agustus mendatang.
“Tentu kami berharap mereka bisa mendapatkan tempat dalam pasukan inti, yaitu barisan delapan yang mengibarkan bendera, tapi yang penting semoga mereka semua tetap sehat,” katanya.
I Nyoman Ananta setelah mengetahui bahwa posisinya digantikan, sempat merasa terpukul dengan keputusan tersebut. Dia tidak menyangka akan seketat itu aturan yang diberlakukan, sehingga mimpinya untuk berkesempatan menjadi paskibraka nasional tahun ini tertunda.
Menurutnya, jika memang saat itu ia dinyatakan positif Covid-19 harusnya dirinya bisa diberi waktu sebentar untuk pemulihan dan melakukan tes usap ulang. “Saya dengar di Bangka Belitung itu dikasih kesempatan, ada yang positif setelah itu negatif dan bisa berangkat susulan,” ujarnya.
Namun hal tersebut hanya kekesalan sementara, ia menyadari apa yang terjadi pada dirinya saat ini bukan sebuah kegagalan melainkan kesempatan yang tertunda dan di sisi lain juga sudah dinyatakan negatif Covid-19.
Ia masih berkesempatan untuk melakukan pengibaran bendera di tingkat provinsi di hadapan Gubernur Sumsel. “Semoga kami semua (paskibraka) provinsi atau pun di Jakarta diberikan kesehatan, sebelum dan sesudah pengibaran 17 Agustus nanti,” katanya.
Editor: Berli Zulkanedi