Pasien Cuci Darah di OKU Berkeluh Kesah soal Fasilitas, Ini Penjelasan BPJS Kesehatan
BATURAJA, iNews.id – Sejumlah peserta BPJS Kesehatan yang menjadi pasien cuci darah (hemodialisis/HD) mengeluhkan kurang baiknya layanan di fasilitas kesehatan. Padahal, sejak kenaikan tarif, masyarakat berharap layanan yang diterima membaik.
Salah satunya pasien di Kabupaten OKU yang mengungkapkan tentang kurangnya pelayanan di salah satu rumah sakit di OKU. “Sudah dua pekan saya tidak bisa melakukan cuci darah," ujar Dede, pasien cuci darah.
Lebih lanjut pria ini menceritakan kisah yang terjadi saat ia akan melakukan cuci darah setelah melakukan perjalanan dari Belitang. “Saat sampai di rumah sakit ini, harapan langsung bisa dilayani ternyata tidak,” katanya.
Keluhan juga disampaikan Rakhmat Saleh, yang tidak bisa mendapatkan insulin untuk pengobatan penyakit yang ia derita. “Kejadian seperti ini sudah sering terjadi setahun belakangan ini,” katanya.
Lebih lanjut dijelaskannya bahwa untuk mendapatkan insulin di apotik yang bekerja sama dengan BPJS harus berdebat terlebih dahulu. “Mau dapat hak saja sulit. Kadang – kadang harus berdebat, nahasnya lagi sudah capek berdebat insulin masih tak dapat,” katanya kesal.