Harga Cabai di OKU Sumsel Turun Drastis, Ini Penyebabnya
Dia mengaku, penurunan harga ini berdampak pada daya beli masyarakat naik drastis mencapai 50 persen dari sebelumnya karena mayoritas masyarakat membeli cabai dalam jumlah banyak untuk kebutuhan Ramadan.
Sementara itu, salah seorang petani cabai asal Desa Tanjung Baru, Kabupaten Ogan Ilir, Irawan secara terpisah mengaku merugi karena harga jual cabai merah keriting dan rawit anjlok di pasaran.
"Untuk hasil panen berlimpah. Namun harga jualnya anjlok sehingga kami merugi," katanya.
Menurut dia, meruginya petani ini karena modal menanam cabai mulai dari pembibitan tidak sesuai dengan hasil yang didapat.
"Kami berharap dinas terkait melakukan monitoring pasar agar harga jual cabai kembali normal," harapnya.
Editor: Berli Zulkanedi