Guru Paksa Siswi Buka Celana untuk Membuktikan Haid
KUALA LUMPUR, iNews.id – Sejumlah siswi mengungkapkan telah mengalami siksaan selama Ramadan. Para korban mengaku dipaksa membuka celana dalam untuk membuktikan sedang haid atau menstruasi agar diperbolehkan tidak puasa.
Peristiwa ini terungkap setelah siswi-siswi di Malaysia mengungkap apa yang dialaminya melalui Twitter tentang praktik "pemeriksaan haid" selama bulan Ramadan di sekolah. Mereka mengeklaim diminta untuk melepas celana dalam untuk membuktikan bahwa mereka sedang menstruasi dan dapat dimaafkan untuk tidak berpuasa.
Free Malaysia Today (FMT) melaporkan bahwa beberapa siswi mengungkapkan siksaan yang mereka hadapi di sekolah umum, termasuk pemeriksaan haid, pelecehan seksual, dan penghinaan di depan umum.
Para siswi melaporkan beberapa guru perempuan yang mereka sebut ustazah ragu apakah mereka sedang menstruasi. Para guru itu merasa perlu untuk memeriksa pembalut.
“Dia meletakkan tangannya di antara kedua kaki saya untuk merasakan apakah saya memiliki pembalut menstruasi. Saya sangat terkejut, tetapi saya terlalu takut untuk berbicara," kata seorang siswi kepada FMT.