Gunung Dempo di Sumsel Naik Status ke Level Waspada, Ini Penjelasan PVMBG
Pengamatan visual menunjukkan adanya kenaikan aktivitas hembusan gas dari kawah/puncak, seiring dengan kemunculan getaran tremor yang mengindikasikan adanya kenaikan fluida (gas, cairan, batuan padat) ke kedalaman lebih dangkal.
Hasil spektogram gempa Gunung Dempo dari tanggal 1 hingga 6 Januari 2022 menunjukkan energi gempa frekuensi rendah yang meningkat sejak tanggal 3 Januari 2022, yang berasosiasi dengan adanya input fluida bersifat mendadak (tidak gradual) dan terespons langsung ke permukaan
Potensi ancaman bahaya saat ini yakni erupsi freatik menghasilkan abu dan hujan lumpur serta embusan gas vulkanis konsentrasi tinggi yang sebarannya terbatas di sekitar kawah/puncak.
Erupsi freatik bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala peningkatan yang jelas. Radius terdampak material jatuhan bisa mencapai 1 Km dari kawah, serta aliran lumpur ke arah 2 Km sektor utara searah bukaan kawah.
Gunung Dempo di Sumsel secara geografis mempunyai ketinggian 3.049 meter dari permukaan laut (mdpl). Secara administrasi termasuk ke dalam wilayah Kota Pagaraam, Kabupaten Lahat dan Empat Lawang.