Gubernur Herman Deru: Taman Wisata Mangrove Sumsel Siap Saingi Bali
Menurutnya dari berhagai kajian akademik secara konsisten menunjukkan bahwa kehilangan mangrove terbesar di Indonesia dipicu oleh perluasan lahan tambak yang sangat masif. Selain itu juga disebabkan alih fungsi lahan menjadi pemukiman, perkebunan, sarana infrastruktur, penebangan illegal, serta pencemaran limbah.
Karena itu melalui peringatan Hari Mangrove Sedunia ini ditandai dengan penanaman 2020 batang Mangrove di setiap provinsi secara bersama-sama, sebagai upaya membangun sinergi dan sinkronisasi lintas ektor dalam pengelolaan ekosistem mangrove.
"Harapannya dengan penanaman ini kedepan hutan mangrove dapat terpelihara fungsi dan manfaat mangrove bagi kehidupan, antara lain sebagai pelindung dari abrasi air laut, penyangga dan pencegah intrusi air laut, menyimpan karbon serta fungsi ekowisata dan mitigasi bencana," kata Siswo.
Penanaman Mangrove Bersama Gubernur Sumsel Herman Deru ini dilaksanakan di Pelabuhan Tanjung Api-api dengan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan diwakili oleh Staf Khusus Menteri LHK Irjen Pol Jhonny Siahaan didampingi oleh Sekretaris Ditjen PSLB3 Sayid Muhadhar.
Selain Gubernur Herman Deru, ada pula Wakil Ketua DPRD, Kartika Sandra Desi, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan, Ketua TP PKK Feby Deru, Bupati Banyuasin Askolani dan pemerhati mangrove.
Editor: Nur Ichsan Yuniarto